Di era serba digital, kita bisa terhubung dengan siapa saja kapan pun, di mana pun. Tapi ironisnya, banyak orang tua justru terputus dari orang yang paling dekat di rumah: anak sendiri. Tanpa sadar, waktu yang seharusnya jadi milik keluarga tercuri oleh notifikasi, scroll media sosial, atau tuntutan pekerjaan yang tak kenal jam. Banyak orang tua yang merasa sudah menghabiskan cukup waktu bersama anak. Namun, apakah kehadiran itu benar-benar penuh perhatian, atau hanya secara fisik saja? Lalu… kapan terakhir kali kita benar-benar hadir untuk anak?
Gadget Mengalihkan Perhatian Orang Tua
Pernahkah kita:
- Mengangguk sambil bermain HP saat anak bercerita?
- Meminta anak menunggu “sebentar” tapi tak kunjung berhenti scroll?
- Menenangkan anak dengan video YouTube karena kita ingin waktu tenang?
Gadget memang membantu pekerjaan dan komunikas, tapi saat terlalu menyita perhatian, ia bisa menjadi penghalang antara hati anak dan hati orang tua. Saat orang tua terlalu sering menatap layar, anak bisa merasa diabaikan, bahkan saat mereka berada di ruangan yang sama.
Arti Kehadiran yang Sebenarnya
Hadir untuk anak tidak selalu berarti menemani sepanjang waktu, tetapi lebih pada memberi perhatian utuh saat bersama. Anak-anak merespons dengan sangat kuat terhadap perhatian penuh dari orang tua, terutama melalui kontak fisik seperti pelukan, genggaman tangan, atau tepukan lembut di punggung.
Pelukan adalah bentuk komunikasi tanpa kata yang memberi rasa aman dan nyaman. Ini menunjukkan kepada anak bahwa mereka diterima dan dicintai tanpa syarat.
Cara Sederhana Menjadi Lebih Hadir
Berikut beberapa langkah praktis agar bisa hadir untuk anak di tengah kesibukan dan gangguan digital:
- Jadwalkan waktu tanpa layar, terutama saat bermain, makan, atau menjelang tidur
- Simpan ponsel saat anak berbicara agar bisa menatap dan mendengarkan dengan penuh perhatian
- Gunakan pelukan sebagai respon saat anak sedang sedih, marah, atau butuh dukungan
- Batasi penggunaan gadget di rumah dengan kesepakatan bersama seluruh anggota keluarga
- Berikan respon empatik saat anak bercerita, tanpa menyela atau terburu-buru
Baca Juga: Tren Parenting Modern: Mendidik Anak dengan Sustainability Parenting
Menjadi hadir untuk anak adalah kunci dari hubungan orang tua dan anak yang sehat. Di tengah kecanggihan teknologi, jangan sampai perhatian kita lebih banyak tertuju pada layar dibanding anak sendiri. Karena pelukan dan kehadiran yang utuh adalah bentuk cinta yang paling dibutuhkan anak di masa tumbuh kembangnya.
Selamat Hari Anak Nasional 2025, mari kita dengarkan, dampingi, dan cintai anak-anak Indonesia dengan sepenuh hati.
Greenmom percaya bahwa botol susu adalah bagian penting dari asupan si kecil. Kami yakin setiap botol susu membawa kasih sayang ibu, dan karena itu, keamanannya harus menjadi yang utama. 💚
[…] Baca Juga: Cara Hadir Sepenuhnya untuk Anak […]